MANGA SYMBOL

August 24th, 2006 by affan-vectoman

Satoe

Ternyata menarik juga selain baca komik jepang atau nonton anime, kita juga mengamati simbol-simbol yang dipakai untuk menggambarkan ekspresi dari para karakternya.
Berikut ini beberapa simbol pada manga yang sering digunakan.
(Kurang lengkap sih…klo ada yang mo nambahin silahkan)

1. Perban atau plaster yang ditempel menyilang, menandakan kesakitan.

2. Tetesan Keringat besar yang jatuh pada wajah atau kepala, bisa menandakan bermacam2 emosi secara luas, biasanya malu, jengkel, marah.

3.Coretan pada pipi bisa menunjukkan luka, juga biasa digunakan pada media hitam putih untuk menunjukkan pipi yang memerah karena malu.

4.Bentuk Gelombang yang berdenyut, kadang disederhanakan menjadi bentuk “+” pada kepala, menggambarkan kemarahan atau Kejengkelan.

5.Balon yang menggelembung keluar dari hidung, tandanya sedang tidur.

6.Palu besar yang di pukulkan ke karakter laen, menandakan kejengkelan atau kemarahan yang amat sangat.

7.Mimisan, biasanya disebabkan karena melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, terutama yang berhubungan dengan hal-hal sexual.

8.Banyak penggambaran ekspresi dengan menggunakan simbol-simbol seperti bentuk hati, palang, dan spiral pada mata.

9.Karakter yang tiba-tiba jatuh ke lantai, biasanya digambarkan dengan kaki berada di atas, menggambarkan reaksi lucu pada sesuatu hal ironis yang terjadi.

10.Mata yang membesar memenuhi wajah dan berbentuk bulat dengan pupil yang kecil tanpa iris, plus mulut yang membesar juga berbentuk semi lingkaran sampai keluar dari wajah, menandakan keterkejutan yang sangat-sangat ekstrim.

11.Kepanikan biasanya digambarkan dengan wajah karakter tanpa hidung, semua bagian wajah yang mengkerut, bagian tubuh terangkat dari lantai dengan jumlah tangan atau kaki menjadi banyak menggambarkan gerakan yang sangat cepat; Dengan penggambaran yang sama tapi jika digambarkan dengan wajah karakter yang besar, itu menggambarkan kegusaran,kemarahan,secara komikal.

12.Air mata di mana-mana, menggambarkan kesedihan yang sangat.

13.Tiga titik atau lebih yang berjajar membentuk garis pada kepala, menandakan sebuah moment yang tenang, aneh, janggal, canggung.

14.Bentuk dan ukuran mata kadang menggambarkan sifat dari karakter itu sendiri. Contohnya mata yang besar akan menggambarkan kecantikan, tak bersalah, atau kesucian. Sedangkan mata yang kecil, atau berdekatan satu sama lainnya biasanya menggambarkan karakter yang dingin dan atau setan / penjahat.

15.Pewarnaan karakter juga mempengaruhi sifat dari karakter tersebut. Sebagai contoh karakter yang lebih lemah akan diberi tonal warna yang lebih ringan, sedangkan karakter yang flamboyan akan diberi warna cerah. Sebaliknya karakter jahat diberi warna gelap, sedangkan karakter yang dingin umumnya diberi warna netral seperti hitam, putih, abu-abu dsb.

16.Mata yang seluruhnya hitam menandakan dendam, atau kemarahan yang sangat.

17.Masih banyak lagi simbol-simbol yang terdapat dalam manga jepang,…..ada yang mau nambain..??

Lanjutan

ROTOSCOPING PROCESS

August 21st, 2006 by affan-vectoman

PROSES ROTOSCOPINGFf_128_scanner0_f

Pada Tahun 1930, seniman Disney menggambar karakter kartun dengan langsung menggambar di atas film yang diperankan oleh aktor sesungguhnya. Ini dimaksudkan untuk mendapat gerakan yang realistis. Tentu saja harus digambar frame per frame satu persatu. Bayangkan saja kalau hal ini dikerjakan hanya satu orang.!!!
Film terbaru A Scanner Darkly produksi Warner Independent Pictures ini menggunakan teknik rotoscoping juga. Para animatornya menggunakan Software Rotoshop (bukan Photoshop..loh) untuk men”tracing” perframe live-actionnya secara digital.
Garis besar proses rotoscopingnya dapat dibagi menjadi 4.

Film
1.FILM
Sutradara membuat film dengan kamera digital biasa. Karena detail akan ditambah oleh animator pada saat proses rotoscoping, maka pengambilan gambar film hanya menggunakan set, properti, dan kostum, yang minimal, bahkan tanpa make up samasekali.

Animate
2.ANIMATE
Para Animator menggunakan Wacom pena digital dan tablet untuk mentracing gerakan yang ada pada scene film tersebut dengan menggunakan software Rotoshop pada Apple G5. Tidak semua frame ditracing satu persatu, karena software akan mengisi secara otomatis gap antar framenya.

Enhance
3.DETAIL
Para animator menggunakan masking, warping, dan blending tools pada rotoshop untuk memperbaiki effect 3-D dalam animasi tersebut. Kemudian mereka menambahkan latar belakang, dan beberapa detail lain. Selain itu mereka juga mengatur tampilan warna serta beberapa efek lainnya. satu elemen kadang bisa memakan waktu sampai seminggu untuk menyelesaikannya.

Render
4.RENDER
Untuk menyelesaikan keseluruhan animasi, haruslah dirender dengan film sebagai outputnya. Sebagai gambaran, untuk 15 detik scene yang besarnya 26 Mbyte, setelah dirender selama 1 jam akan menghasilkan file dengan ukuran 486 Mbyte, dengan kualitas layar lebar.